Menyatukan Perbedaan

menyatukan perbedaan
Menyatukan Perbedaan ku dengan mu ...
Mungkin bagiku hari ini tak secerah hari-hariku yang lalu, walau pun syukur tetap harus ada. Bunga-bunga mawar yang merekah, memerah warnanya, tak akan mampu membuatku tersenyum memancarkan bunga-bunga ceria di wajah. Begitu pun kicau burung yang merdu, bersendau gurau, dengan teman-temannya juga tak akan mampu menghiburku. Hari ini aku harus jujur dan mengatakan jika hari ini aku sedih, karena engkau mengatakan kembali perbedaanku dengan dirimu. :'(

Aku tau, kehidupanku berbeda denganmu, mungkin sewaktu kecil, engkau dimanja oleh kedua orang tuamu, dibelikan sebuah boneka lucu, disayang dan akan memelukmu ketika engkau sedih. Tetapi engkau harus tau, jika sewaktu aku kecil, aku mencari uang sendiri dengan berjualan pisang goreng keliling dijalan-jalan perumahan, aku berteriak, menawarkan jualanku, namun tak ada yang mau beli mungkin karena penampilanku yang rusuh, kotor dan bau, tidak seperti dirimu yang selalu diberi wewangian setelah mandi dan diberi pakaian yang rapi. :'(

Aku tau, orang tuamu adalah orang yang berpendidikan, ibu ayah mu adalah pendidik yang selalu memperhatikanmu dalam hal pendidikan. Aku pun juga tau, jika orang tuaku juga memperhatikanku dalam hal pendidikan, tetapi berbeda dengan orang tuamu. Orang tuamu dengan mudah membayar biaya pendidikan yang kau tempuh, tetapi ibu bapakku, harus menguras habis keringatnya untuk membayar.

Engkau setiap hari pasti makan enak, dan disuapin oleh orang tuamu, tetapi aku, hanya makan nasi basi yang dijemur tadi pagi, tetapi aku pernah senang, ketika makan enak dan kenyang dan ternyata itu hasil dari uang hutang. :'(

Aku juga tau, orang tuamu menginginkan jodoh yang tampan, sukses, dan berpendidikan. Orang tuamu tak akan mau melihat jodohmu sepertiku, yang bajunya lusuh, bodoh dan hanya penjual gorengan keliling di perumahan. Yang hasil dari jualan itu tak cukup untuk mengembalikan keringat deras yang mengalir dari pori-pori kulitku. :'(

Aku takut dan Tuhan mentakdirkanku bertemu denganmu. Aku merasakan perubahan pada diriku ketika bersamamu, aku tau cinta tak memandang rupa dan harta, cinta memandang ketulusan jiwa. Namun ketakutanku kini muncul, dan benar-benar terjadi. Aku tak tau mengapa engkau mencintaiku, menerima cinta orang berpenyakit sepertiku, tetapi aku bahagia dan sungguh bahagia masih ada wanita berhati sepertimu. Dan aku harap, cintamu tak akan berubah oleh tekanan yang aku takutkan.

Hidupku berubah dan hidup mu pun berubah. Bila engkau mengatakan padaku, apakah aku bahagia, aku menjawab dengan jujur aku bahagia. Namun ketika aku mengatakan padamu, apakah engkau bahagia bersamaku, ternyata aku hanya melihatmu dengan wajah lesu. Dan aku pun sedih. Cinta mu hanya sebatas ini.

Aku tau, hidupku berselimut dengan kesusahan dan hidupmu berselimut dengan kebahagiaan. Ketika aku bersamamu, engkau membagikan kebahagiaan hatimu padaku, karena itulah aku bahagia, tetapi maafkanlah aku, mungkin engkau sedih karena aku hanya bisa berbagi kesengsaraan. Aku tak punya kebahagiaan yang ingin aku beri kepadamu kecuali hanya cinta kecil dalam nuraniku, yang masih menyala walau hati ini diguncang gelisah setiap hari.

Jika saat ini engkau putuskan untuk meninggalkanku dan mencari seseorang yang sepadan denganmu, hanya satu yang bisa aku lakukan, aku akan setia mencintaimu dan cinta mu yang tersisa dihatiku tak akan ada yang menggantikan.

Aku tau, dan aku sadar, tulisan-tulisan cinta bukanlah karena aku pandai dan sempurna, melainkan aku memberitahu kepada diriku sendiri agar orang lain mengerti, jika aku tak seperti tulisan-tulisan yang aku ungkapkan. Mungkin saja aku menuliskan tentang cinta, ada orang yang mengetahuinya dan mengajarkanku apa yang telah aku tuliskan itu. Aku tak seromantis apa yang engkau kira, karena aku tak pernah bisa romantis, tetapi aku hanya menutupi diriku yang sebenarnya, agar orang tak tahu dan mengerti jika tulisan-tulisan cinta disini dari seorang penjual pisang goreng keliling setiap harinya. :'(

Aku harap engkau tetap menerima kekuranganku, menerima apa adanya aku, hanya hati yang tulus dalam mencintai yang dapat menyatukan perbedaan kita. :'(

Mungkin ini tulisan terakhirku, melalui jemari-jemari yang sudah mulai melemas, yang tidak akan bisa berbagi suka dan duka pada lainnya, dunia bahkan semesta. Wahai engkau yang kucinta disana, semoga engkau kembali pada hatiku, yang mulai redup tanpa cintamu, ijinkan terakhir kalinya padaku jika engkau memang benar-benar tak ingin bersamaku lagi, ijinkan ku mengucapkan satu kalimat untukmu. .... "Aku sayang kamu, selamanya." Semoga engkau mendengarnya. :'(

Artikel Terkait

0 komentar:

Entri Populer